DAMPAK SERING MEWARNAI RAMBUT

DAMPAK SERING MEWARNAI RAMBUT

Rambut merupakan mahkota bagi setiap orang dan menjadi salah satu yang menunjang penampilan. Banyak cara yang dilakukan seseorang untuk membuat rambutnya tampil lebih bagus, salah satunya dengan diwarnai. Bahkan tak sedikit orang yang sering kali mengganti-ganti rambutnya sesuai keinginan. Mewarnai rambut memang akan membuat tampilan rambut lebih menarik dan bagus. Namun pewarnaan rambut yang terlalu sering akan memberikan dampak yang negatif. Sebab dalam produk pewarna rambut mengandung banyak bahan kimia yang berbahaya. Sehingga jika digunakan secara berlebihan dan terus menerus akan menumpuk bahan kimia tersebut. Dan pada akhirnya akan menimbulkan beberapa masalah mulai masalah kecil sampai masalah yang fatal. 

DAMPAK SERING MEWARNAI RAMBUT

Berikut ini beberapa dampak negatif yang ditimbulkan dari penggunaan pewarna rambut yang terlalu sering. Adapun beberapa dampak negatif tersebut diantaranya sebagai berikut;

  • Mengakibatkan alergi 

Dampak pertama yang bisa diakibatkan dari melakukan pewarnaan rambut terlalu sering yaitu mengakibatkan alergi. Sebab zat kimia dalam pewarna mengandung paraphenylenediamine atau PPD. Kandungan itulah yang nantinya akan mengakibatkan gatal pada kepala, kemerahan bahkan sampai membengkak. Selain itu, alergi yang tak kunjung sembuh dan semakin memburuk akan berdampak ke bagian kepala lainnya, seperti di sekitar mata. 

  • Rambut menjadi rapuh

Sering menggonta-ganti warna rambut juga akan berdampak buruk bagi kesehatan rambut itu sendiri. Sebab penggunaan bahan kimia dalam pewarna rambut yang berlebihan akan memisahkan skala kutikula. Bahkan semakin lama dapat mengakibatkan rambut menjadi semakin kering dan menjadi rapuh. Dengan begitu jika rambut sudah mengalami kerusakan maka solusi utamanya hanya dengan memotong rambut tersebut. Bahkan kondisi yang sudah parah sampai dapat menyebabkan kebotakan. 

  • Mengakibatkan kanker

Penggunaan cat rambut dengan sering juga akan bisa mengakibatkan terjadinya penyakit kanker. Sebab zat kimia yang ada di dalam pewarna rambut biasanya mengandung bahan yang bisa menyebabkan terjadinya kanker. Seperti kanker payudara dan kandung kemih, yang mana jika penyakit tersebut semakin parah akan mengakibatkan terjadinya kematian. Bahkan kandungan zat dalam pewarna rambut juga akan mengakibatkan kanker yang menyerang sistem kekebalan tubuh.

  • Menyebabkan asma

Selain dapat mengakibatkan terjadi kanker, penggunaan pewarna rambut yang berlebihan juga bisa mengganggu sistem pernapasan. Seperti radang paru-paru bahkan terjadi serangan asma, yang disebabkan oleh zat kimia PPD yang ada dalam pewarna rambut. Zat tersebut dapat mengganggu saluran pernapasan bahkan menyebabkan sulit untuk bernapas. 

  • Iritasi kulit

Penggunaan pewarna rambut yang terlalu sering juga dapat mengakibatkan iritasi pada kulit kepala. Sebab kandungan zat berbahaya yang ada di dalam bahan pewarna rambut tersebut. Biasanya kulit kepala yang iritasi akan terasa terbakar, gatal dan rasa yang tidak nyaman. Maka sebelum kamu melakukan pewarnaan rambut, sebaiknya kamu melakukan tes pada kulit kepala. Jika selama kamu mengetesnya dan timbul gejala seperti tadi, maka sebaiknya kamu langsung berkonsultasi pada dokter kulit. Sebab itu bisa terjadi akibat tidak cocok dengan bahan kimia dalam pewarna rambut tersebut. 

Demikianlah beberapa dampak yang bisa ditimbulkan dari penggunaan pewarna rambut yang berlebihan. Dampak ini bisa terjadi karena dalam pewarna rambut mengandung zat kimia yang pastinya berbahaya. Sehingga sebaiknya kurangi penggunaan pewarna rambut tersebut untuk menghindari hal tersebut. Sebab jika dampak yang ditimbulkan semakin parah akan menyebabkan kematian. Sebenarnya ada banyak bahan alami yang bisa kamu gunakan untuk mewarnai rambut, seperti kopi air jeruk dan bahan lainnya. Bahan-bahan tersebut pastinya lebih aman dan tidak menimbulkan efek samping.