TABULAMPOT – PANDUAN LENGKAP MEMBUDIDAYA TANAMAN

TABULAMPOT – PANDUAN LENGKAP MEMBUDIDAYA TANAMAN

Di masa pandemi seperti saat ini, banyak orang yang menyibukkan diri mencari kegiatan agar tidak merasa bosan di rumah. Bertanam menjadi salah satu pilihan yang banyak orang lakukan saat ini. salah satu metode yang mungkin dapat dicoba adalah dengan menanam buah dalam pot (tabulampot). Metode ini cocok diterapkan di kawasan yang memiliki lahan sempit. Sebagian orang yang memiliki hobi berkebun sudah banyak yang mengembangkan metode tabulampot ini. namun dengan metode ini juga tidak mudah untuk menerapkannya. Sering kali penanaman tabulampot tak menunjukkan pertumbuhan buah meski telah ditanam dalam waktu lama.

Berikut beberapa cara mudah menanam tabulampot agar hasil maksimal dan cepat berbuah, yaitu:

  1. Pilih jenis tanaman yang sesuai

Hampir semua jenis tanaman buah bisa tumbuh dalam tabulampot. Tetapi tidak semua tabulampot bisa menghasilkan buah. Karena jenis tanaman tertentu belum bisa berbuah dalam lingkungan tabulampot. Jadi usahakan untuk memilih jenis tanaman yang sesui dengan iklim di daerah anda. Beberapa tanaman yang mudah berbuah diantaranya jeruk, belimbing, sawo, mangga, jambu biji, dan jambu air. Tanaman yang sulit berbuah yaitu rambutan, lengkeng, manggis, duku dan jambu bol.

  1. Menyiapkan bibit

Bibit merupakan hal yang sangat menentukan keberhasilan tabulampot. Terdapat dua jenis bibit, yaitu bibit generatif (dari biji) dan bibit vegetatif (dari cangkok, okulasi, dan penyambungan). Bibit yang sesuai untuk tabulampot adalah bibit vegetatif karena sifat tanaman ini sama dengan induknya. Sehingga keberhasilannya lebih mudah diprediksi dan lebih cepat berbuah. Namun bibit ini akarnya kurang kuat sehingga tanaman mudah roboh.

  1. Menyiapkan media tanam yang baik

Media tanam berfungsi untuk tempat tumbuhnya akar dan untuk menopang postur tanaman. Ada banyak media tanam yang dapat dipilih untuk tabulampot. Media tanam tabulampot harus bisa menyimpan air dan nutrisi yang dibutuhkan tanaman. Biasanya media tanam yang dipilih terbuat dari campuran tanah, arang sekam dan pupuk organik dengan perbandingan 1:1. Atau bisa juga dengan campuran tanah, pupuk kambing, dan sekam padi dengan perbandingan 1:1 juga.

  1. Penanaman bibit

Setelah menyiapkan media, selanjutnya siapkan pot sebagai wadah. Lapisi media tanam dengan satu lapis pecahan genting atau kerikil sebagai dasar. Kemudian isi atasnya dengan sabut kelapa diikuti dengan media tanam yang sudah dicampur sampai setengah pot. Lalu tanam bibit kemudian tutup lagi dengan media tanam hingga tanaman sudah tertopang sempurna. Siram dengan air secukupnya dan letakkan di tempat terbuka yang terkena sinar matahari.

  1. Perawatan tabulampot

Selanjutnya yang harus dilakukan adalah perawatan tanaman, yaitu:

  • Penyiraman

Pada musim kemarau penyiraman dilakukan setiap hari, setiap pagi atau pada sore hari. Pada musim hujan penyiraman hanya dilakukan apabila media tanam terlihat begitu kering.

  • Pemangkasan
    pemangkasan dilakukan untuk menjaga pertumbuhan tanaman agar tetap pendek dan cepat berbuah. Pemangkasan dilakukan dengan teori 1-3-9 artinya 1 batang primer max ada 3 batang sekunder. 1 batang sekunder max ada 3 batang tersier.
  • Pemupukan

Kebutuhan hara dan nutrisi juga harus cukup. Pemupukan pertama dilakukan satu bulan setelah di tanam. Selanjutnya dilakukan setiap 3-4 bulan sekali. Pupuk yang digunakan sebaiknya pupuk organik. Jenisnya bisa kompos, pupuk kandang ataupun pupuk organik cair.

  • Pengendalian hama

Pencegahan serangan hama bisa dilakukan dengan menjaga kebersihan tanaman dan kebun. Gulma dan semak belukar di sekitar kebun bisa menjadi sumber hama.